Medical content

Manifestasi Klinik dan Komplikasi Cacar Api:  Panduan Praktis untuk Dokter Lini Pertama

Herpes zoster (HZ), dikenal masyarakat sebagai “cacar api”, merupakan kondisi klinis yang timbul akibat reaktivasi Varicella-Zoster Virus (VZV), virus yang sama yang menyebabkan cacar air (varisela) pada infeksi primer. Setelah infeksi primer sembuh, virus ini menetap dalam keadaan laten di ganglia sensorik dorsal dan dapat aktif kembali seiring dengan penurunan imunitas seluler.

Kenali cacar api karena sering kali disalahpahami sebagai kondisi kulit ringan, padahal komplikasinya—terutama pada kelompok usia lanjut dan pasien imunokompromais—dapat menimbulkan morbiditas jangka panjang. Oleh karena itu, dokter lini pertama perlu kenali cacar api karena memiliki kemampuan klinis yang baik dalam mengenali manifestasi awal dan menangani komplikasi cacar api secara tepat.

Setelah infeksi primer varisela, VZV bermigrasi melalui saraf sensorik dan menetap di ganglia dorsal. Aktivasi ulang terjadi ketika imunitas seluler, khususnya sel T CD4+ dan CD8+ spesifik terhadap VZV, mengalami penurunan. Reaktivasi ini menyebabkan peradangan dan nekrosis saraf yang mengarah pada nyeri neuropatik, diikuti erupsi vesikular pada kulit sesuai dermatom terkait.

Manifestasi Klinis Kenali Cacar Api

1. Gejala Prodromal

2. Fase Erupsi

3. Lokasi Paling Umum

4. Tanda Klinis Tambahan

Diagnosis Klinis Kenali Cacar Api

Diagnosis cacar api umumnya berbasis klinis, namun dapat dikonfirmasi dengan:

Komplikasi Cacar Api

1. Neuralgia Pasca-Herpes (Postherpetic Neuralgia/PHN)

2. Zoster Oftalmikus

3. Zoster Otikus (Ramsay Hunt Syndrome)

4. Infeksi Sekunder dan Diseminasi

5. Komplikasi Neurologis

Tatalaksana Klinis Cacar Api di Lini Pertama

1. Terapi Antiviral

Ideal dimulai ≤72 jam sejak munculnya ruam.

Pilihan:

Catatan: Dosis perlu disesuaikan pada pasien dengan gangguan ginjal.

2. Manajemen Nyeri

3. Pencegahan Infeksi Sekunder

4. Edukasi dan Isolasi

Pencegahan Kenali Cacar Api: Peran Vaksinasi

Indikasi Vaksinasi

Kesimpulan Klinis

Cacar api bukan hanya penyakit kulit biasa, tetapi kondisi sistemik yang dapat menimbulkan komplikasi berat, terutama pada populasi rentan. Dokter lini pertama berperan penting dalam kenali cacar api dengan cara sebagai berikut :

Pendekatan komprehensif dalam kenali cacar api yang melibatkan deteksi dini, terapi tepat, dan pencegahan primer melalui vaksinasi sangat penting untuk mengurangi beban klinis dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Referensi

  1. Dworkin RH, et al. Clinical Infectious Diseases. 2007;44(Suppl 1):S1–S26. 
  1. Johnson RW, Rice AS. Herpes zoster postherpetic neuralgia: pathophysiology and management. BMJ. 2014;348:g3315. 
  1. Yawn BP, Gilden D. Herpes zoster: A common disease causing serious complications. J Am Acad Dermatol. 2013;69(1):S2–S7. 
  1. Indonesian Dermatology Association. Panduan Klinis Herpes Zoster. Edisi 2023. 



Tentang Docquity

Docquity adalah komunitas dokter Terpercaya di Asia. Melalui jaringan pembelajaran berkelanjutan berbasis AI yang aman dan terjaga privasi, Docquity menyajikan pengetahuan real-time dari ribuan dokter terverifikasi di seluruh dunia. Saat ini, Docquity memiliki lebih dari 400.000 dokter yang tersebar di enam negara di Asia.

Temukan para ahli dan rekan terpercaya se-Asia di mana Anda dapat mendiskusikan kasus klinis dengan aman, mendapatkan wawasan terbaru dari webinar dan jurnal penelitian, serta mendapatkan kredit CME/CPD melalui kursus bersertifikat dari Docquity Academy. Akses semuanya melalui kemudahan aplikasi mobile yang tersedia di platform Android & iOS!